ejak awal diri ini yang percaya. Yang lama itu selamanya, lama itu bertahan, waktu yang panjang itu pelajaran. Pengalaman yang menyadarkan akan kebutuhan akan sesuatu yang memang ada untukku. Ketimapangan yang menjadi seimbang karena dibantu waktu menyesuaikan. Tapi ternyata kenyataan berbalik. Yang lama itu berlebihan. Yang lama itu ya.. kelamaan. Kini aku takkan pernah tahu arti semuanya, berteman dengan waktu, karena aku memilih meninggalkan.
Yang terjadi kini aku berubah haluan. Dari yang percaya pada masa muda yang bahagia berganti menjadi masa depan yang terbentang. Yang masih terus digali saat tak ada yang menemani.
Karena waktu yang panjang mengajarkan. Apa yang sepatutnya dimengerti. Membuat diri ini menyadari :
Aku menyadari tak selamanya menunggu membuatmu mendapatkan yang diharapkan. Karena menunggu terkadang membuang-buang waktu. Walau kapu percaya yang dipercaya akan hadir, tapi tak pernah tahu kapan. Itu yang menjadikannya sia-sia.
Aku juga menyadari tak selamanya yang diharapkan datang. Tak selamanya yang diimpikan jadi kenyataan. walaupun kau terus berusaha, tapi tak pernah didapat bahagia. Karena hal itu, kau berusaha sambil menunggu. Yang seharusnya bergerak maju.
Aku pun menyadari tak boleh percaya pada keajaiban kecuali punya waktu seumur hidup untuk menantinya. Karena banyak hal yang tak mungkin untuk jadi nyata, ada hal yang tak seharusnya dibuat nyata.
Aku telah menyadari berubah bukan hanya membalikan jemari, tapi proses yang memakan habis masa. Mulai dari merangkak, hingga kau pun letih menunggu. Dan saat ia mulai berlari, kau takkan pernah mau terkejar.
Aku sangat menyadari tak ada yang di dapat saat lidah ini kelu tak bicara. Karena hanya itu yang akan menelusuri rahasia yang kau ingin tahu. Karena itu senjata untuk ungkap kata hati yang terkunci didasarnya.
Tapi aku sadar, paham, dan menerima. Apapun yang aku lakukan, baik dengan atau tanpa pamrih, kau takkan pernah ada lagi.
Senin, 15 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar