Selasa, 16 September 2008

Manusia Bodoh

erkadang percaya pada hati malah membuat kita salah jalan. Padahal seharusnya itu merupakan hal paling esensi dalam diri. Yang membuat diri ini percaya atas hal yang akan dilakukan. Sayangnya tak selamanya yang dipercaya membawa kebenaran.
Dibodohi oleh pemikiran sendiri yang malah membawa kita ke penyesalan terbesar selama hidup. Percaya pada keajaiban yang tak selalu terjadi. Tak tahu harus merasa kecewa pada siapa. Pada diri ini yang memang tak pernah mau dengar kata hati lain atau memang dia yang tak tahu arti keajaiban. Yang tak pernah mengerti apa rasa memimpikan hal yang tak pernahkan terjadi.

——————————————————————————————————————————

Saat berdiri disini menatap punggung yang berjalan meninggalkan. Dalam hatimu ada keyakinan bahwa ia akan menoleh ke belakang hanya untuk memberi senyuman selamat tinggal. Walau harus menunggu dikesempatan lainnya, tapi kau percaya suatu saat dia akan menoleh, setidaknya untukmu.

Saat kau percaya bahwa yang kau lakukan merupakan pilihan dan kau menjalankan. Tanpa memikirkan penyesalan yang kan terjadi. Tanpa pernah ingin membuka lembaran itu lagi.

Saat kau merasa ada yang kan berubah karena pengorbanan tak pernah sia-sia. Walau diburu waktu yang tak pernah usai namun kau tetap percaya akan ada titik yang berganti beda.

Saat kau berjalan dalam gelap yang tak pernah lenyap. Hati kecilmu bicara, disana pasti ada secercah cahaya yang menerangi jalan. Yang membawa ke kebenaran yang selama ini tenggelam.

Karena diujang sana ada yang kamu cari. Keajaiban yang selama ini ingin aku perlihatkan. Hal yang datang karena kamu percaya dengan pengorbanan yang tak pernah ada habisnya. Hanya ingin kamu percaya ada hal lain yang tak harus dicari, datang begitu saja.

Dan aku ingin jadi keajaiban itu. Yang membawamu ke jalan baru. Yang akan ada selalu menemanimu.
Karena kamu bukan manusia bodohku. Karena aku yakin, kamu percaya.

Tidak ada komentar: