Sayang mereka pintar tapi tak pernah mengerti arti perbedaan. Kesalahan yang dibuat karena kebiasaan yang membuat kalian yang pintar hanya tahu satu jalan. Jalan yang selama ini ditempuh untuk mengatasi segala macam tantangan dan hambatan yang ada di depan. Memang bukan kuasaku menyalahkan tapi hanya ingin kalian berpikir. Ada dunia lain dibalik semua yang kalian lihat dan percayai dalam hati. Bahwa tak setiap orang diciptakan sama, bahwa setiap orang diciptakan dengan kelebihan masing-masing, dengan cara penyampaiannya sendiri-sendiri agar kalian mengerti.
Jika kepintaran itu ternyata membutakan jalan. Jika kepintaran itu ternyata lebih membawa ego kalian dominan, kalian tak pernah pernah menganggap yang benar menurut yang lain itu benar. Yang kalian tahu hanya apa yang selama ini diajarkan bukan apa yang akan didapat selanjutnya. Tak semua orang punya cara sama. Dan tak semua orang mau dianggap sama.
Kini kau hanya diminta mendengarkan dan menyimak apa yang diterangkan. Apa ang seharusnya didapat. Bukan memberi komentar atas apa yang didengar. Mereka pihak yang tidak mau disamakan punya cara sendiri yang harus kamu pahami. Atas apa yang mereka jabarkan kamu diharapkan bisa memutar sendiri rekaman yang telah diberikan. Menafsirkan sebaik-baiknya sesuai yang kamu mengerti. Kadang mereka tak berharap kamu mau mengerti. Karena ada penghargaan lain yang ingin mereka dapat bukan hanya ucapan selamat.
Kalian dengan kepintaran yang membuat besar kepala. Merasa perlu sesuatu yang lebih dari apa yang seharusnya didapat. Memang kamu berhak, tapi ada batasan antara belajar dan menguasai. Kamu dengan kepintaranmu diminta untuk mandiri. Mencari jawaban sendiri atas ketidakmengertian. Memahami yang mudah bukan menyulitkan diri.
Senin, 15 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar